Dana Desa adalah kebijakan desentralisasi fiskal fundamental di Indonesia untuk mengakselerasi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat pedesaan. Namun, implementasinya seringkali menunjukkan kesenjangan antara tujuan dan hasil. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pengelolaan Dana Desa dalam pemberdayaan masyarakat di Desa Jatimulya, Kabupaten Tegal, serta mengidentifikasi dinamika dan faktor partisipasi masyarakat. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis interaktif dan triangulasi. Hasil penelitian mengungkap paradoks: pengelolaan Dana Desa efektif secara prosedural (berdasarkan kerangka Duncan) dengan peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) menjadi Maju dan adaptasi tinggi terhadap krisis. Namun, efektivitas ini dibayangi hegemoni paradigma pembangunan infrastruktur-sentris yang membatasi inovasi dan menciptakan diskoneksi. Partisipasi masyarakat tinggi dalam forum perencanaan formal (Musdes), tetapi tidak diikuti keterlibatan setara dalam implementasi program pemberdayaan konvensional. Studi ini menyimpulkan bahwa mekanisme partisipasi formal esensial tetapi tidak cukup untuk pemberdayaan substantif. Tantangan utamanya adalah melampaui paradigma pembangunan kaku untuk menciptakan ruang aspirasi otentik yang transformatif membentuk agenda pembangunan holistik dan inklusif.
Copyrights © 2025