Tuberkulosis masih menjadi penyakit dengan tingkat mordibitas tinggi, disertai penularannya yang sangat mudah yaitu melalui udara. Berdasarkan data dari Puskesmas Poasia tahun 2022 jumlah tuberkulosis 67 (18,8%) orang. Kemudian, pada tahun 2023 tuberkulosis 129 (36,2%) orang dan pada tahun 2024 jumlah tuberkulosis sebanyak 141 (39,6%) orang. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko kejadian penyakit tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Poasia. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain Case Control Study. Populasi dalam penelitian berjumlah 47 responden dengan sampel 40 responden dengan cara Purposive Sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square, dengan pengukuran besar risiko menggunakan Odds Ratio (OR) dan Confidence Interval (CI) 95%. Hasil Uji Odd ratio menunjukan bahwa pengetahuan dengan nilai OR = 8,775 (CI 95%: 3,086 – 24,838), kebiasan merokok dengan nilai OR = 9,791 (CI 95%: 3,426–27,986), kepadatan hunian dengan nilai OR = 6,231 (CI 95%: 2,351–16,513), dan riwayat kontak dengan nilai OR = 6,896 (CI 95%: 2,892–12,669). Kesimpulan penelitian yaitu pengetahuan, kebiasaan merokok kepadatan hunian dan riwayat kontak merupakan faktor risiko terjadinya tuberculosis di wilayah kerja Puskesmas Poasia. Disarankan kepada masyarakat agar meningkatkan pencegahan dan penanggulangan faktor risiko tuberkulosis secara komprehensif dan berkesinambungan agar terhindar dari penyakit tuberkulosis.
Copyrights © 2026