Titi Saparina L
Pogram Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Mandala Waluya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Pada Usia 30-65 Tahun di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kaledupa Dimas Setyawan; Titi Saparina L; Laode Muhamad Yasmin
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.873

Abstract

Hipertensi masih menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan karena merupakan salah satu penyakit yang sering disebut sebagai "pembunuh diam-diam." Hal ini disebabkan oleh kurangnya tanda atau gejala yang tampak secara jelas, yang dapat mengakibatkan komplikasi serius pada organ seperti jantung, otak, dan ginjal. Menurut data yang diperoleh dari Dinkes Kabupaten Wakatobi, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kasus hipertensi setiap tahunnya. pada tahun 2020 sebanyak 11.163 kasus (50,3%), penderita hipertensi pada tahun 2021 sebanyak 6.227 kasus (26,6%), dan penderita hipertensi pada tahun 2022 sebanyak 3.030 kasus (56,6%).. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko kejadian penyakit hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kaledupa.Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain Case Control Study. Populasi dalam penelitian berjumlah 289 responden dengan sampel 150 responden dengan cara Purposive Sampling. Analisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dan di uji menggunakan uji Odds Ratio (OR).Hasil Uji Odds ratio menunjukan bahwa riwayat keluarga dengan nilai OR = 28,656, aktivitas fisik dengan nilai OR = 35,821, stres dengan nilai OR = 39,942. Kesimpulan penelitian yaitu riwayat keluarga, aktivitas fisik, stres merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kaledupa.Disarankan kepada masyarakat agar menerapkan gaya hidup sehat seperti meningkatkan aktifitas fisik yang baik dan mengurangi stres yang berlebihan agar terhindar dari penyakit seperti hipertensi.
Faktor Risiko Diabetes Melitus pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Nambo Titi Saparina L; Andi Mauliyana; Nurmitha
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.1143

Abstract

Jumlah penderita Diabetes Melitus (DM) di dunia terus meningkat dan diperkirakan mencapai 422 juta orang, dengan sekitar 1,5 juta kematian setiap tahun. Di Puskesmas Nambo, tercatat 87 kasus DM pada lansia tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian DM pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Nambo. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain Case-Control. Populasi adalah seluruh lansia penderita DM. Sampel berjumlah 146 responden yang terdiri dari 73 kelompok kasus dan 73 kelompok kontrol, dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan rekam medis pada 10–30 Juni 2025, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kejadian DM pada lansia dengan aktivitas fisik (OR=3,2; CI: 1,575–6,525), riwayat keluarga (OR=3,2; CI: 1,625–6,541), konsumsi gula (OR=2,4; CI: 1,166–5,246), obesitas (OR=3,1; CI: 1,400–6,945), dan pendapatan keluarga (OR=4,1; CI: 1,104–15,521). Kelima variabel tersebut merupakan faktor risiko DM pada lansia. Disarankan agar puskesmas meningkatkan promosi kesehatan serta mendorong lansia untuk rutin melakukan pemeriksaan dan memantau kondisi kesehatannya.
Faktor Risiko Kejadian Penyakit Tuberkulosis BTA+ Di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari Julia Sahri Aryta; Titi Saparina L; Sitti Marya Ulva
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.1197

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi penyakit dengan tingkat mordibitas tinggi, disertai penularannya yang sangat mudah yaitu melalui udara. Berdasarkan data dari Puskesmas Poasia tahun 2022 jumlah tuberkulosis 67 (18,8%) orang. Kemudian, pada tahun 2023 tuberkulosis 129 (36,2%) orang dan pada tahun 2024 jumlah tuberkulosis sebanyak 141 (39,6%) orang. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko kejadian penyakit tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Poasia. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain Case Control Study. Populasi dalam penelitian berjumlah 47 responden dengan sampel 40 responden dengan cara Purposive Sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square, dengan pengukuran besar risiko menggunakan Odds Ratio (OR) dan Confidence Interval (CI) 95%. Hasil Uji Odd ratio menunjukan bahwa pengetahuan dengan nilai OR = 8,775 (CI 95%: 3,086 – 24,838), kebiasan merokok dengan nilai OR = 9,791 (CI 95%: 3,426–27,986), kepadatan hunian dengan nilai OR = 6,231 (CI 95%: 2,351–16,513), dan riwayat kontak dengan nilai OR = 6,896 (CI 95%: 2,892–12,669). Kesimpulan penelitian yaitu pengetahuan, kebiasaan merokok kepadatan hunian dan riwayat kontak merupakan faktor risiko terjadinya tuberculosis di wilayah kerja Puskesmas Poasia. Disarankan kepada masyarakat agar meningkatkan pencegahan dan penanggulangan faktor risiko tuberkulosis secara komprehensif dan berkesinambungan agar terhindar dari penyakit tuberkulosis.