Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha budidaya melon varietas Inthanon di Kebun Pembelajaran Desa Kalibening, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis finansial, yang dilakukan selama satu periode tanam. Data yang digunakan meliputi biaya tetap, biaya variabel, total produksi, dan harga jual, yang diperoleh melalui observasi dan pencatatan langsung di lokasi penelitian. Analisis kelayakan usaha dilakukan dengan menghitung Break Even Point (BEP) dan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio). BEP dihitung dalam satuan kilogram sebagai dasar keseragaman analisis, yang kemudian dikonversi ke jumlah buah berdasarkan rata-rata bobot melon per buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BEP produksi sebesar 224,43 kg dengan BEP penerimaan sebesar Rp7.855.050. Dengan asumsi harga jual Rp35.000/kg dan total produksi sebesar 500 kg per periode tanam, usaha ini mampu menghasilkan penerimaan yang melebihi titik impas. Selain itu, nilai R/C Ratio sebesar 2,64 (>1) menunjukkan bahwa usaha budidaya melon Inthanon layak secara finansial dan memberikan keuntungan. Dengan demikian, usaha budidaya melon Inthanon di lokasi penelitian memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan sebagai usaha agribisnis.Kata kunci: Break Even Point, R/C Ratio, Budidaya Melon Inthanon, Kelayakan Usaha
Copyrights © 2026