Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, terutama di wilayah pegunungan terpencil dengan akses layanan kesehatan terbatas dan tingkat literasi kesehatan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai TBC di wilayah kerja Puskesmas Distrik Dekai, Distrik Yahukimo. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif‑eksploratif dengan Satuan Acara Penyuluhan (SAP) TBC sebagai kerangka intervensi. Teknik sampling purposif diterapkan pada masyarakat yang memiliki anggota dengan batuk >2 minggu, tingkat pengetahuan kesehatan rendah, serta peserta yang hadir dalam kegiatan penyuluhan. Instrumen penelitian berupa panduan wawancara terbuka, lembar observasi, dan instrumen pengetahuan berbasis SAP, lalu dianalisis secara tematik menggunakan pendekatan kualitatif naratif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai gejala TBC, cara penularan, pentingnya deteksi dini, serta langkah pencegahan dan pengobatan. Responden menyatakan kesadaran lebih tinggi bahwa batuk berkepanjangan perlu segera diperiksakan di puskesmas. Kesimpulannya, edukasi kesehatan berbasis komunitas yang kontekstual dan menggunakan SAP TBC merupakan strategi efektif untuk meningkatkan pengetahuan TBC dan mendorong perilaku pencarian pelayanan yang lebih awal di wilayah pegunungan terpencil.
Copyrights © 2026