Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan menggunting mengikuti garis sebagai bagian dari perkembangan motorik halus anak usia 4–5 tahun di TK ABA 25. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menggunting mengikuti garis belum berkembang secara optimal, ditandai dengan kesulitan anak dalam memegang gunting dengan benar, mengikuti garis pola, serta menghasilkan garis yang tidak rapi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kurangnya stimulasi motorik halus, keterbatasan latihan bertahap, penggunaan media yang belum sesuai, serta masih perlunya bimbingan guru dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, keterampilan menggunting perlu dikembangkan secara bertahap melalui kegiatan pra-menggunting, penggunaan media yang sesuai, dan pemberian scaffolding agar perkembangan motorik halus anak dapat berkembang lebih optimal.
Copyrights © 2026