Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya permasalahan perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun dis salah satu TK, khususnya dalam kemampuan memegang gunting. Topik ini dipilih karena motorik halus merupakan aspek penting dalam kesiapan anak memasuki pendidikan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan motorik halus anak melalui kegiatan mozaik sebagai bentuk stimulasi yang melibatkan koordinasi mata dan tangan. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi terstruktur dengan guru kelas, dan dokumentasi hasil karya anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak masih dalam tahap berkembang dan belum optimal, terutama dalam memegang gunting dengan benar. Anak masih memerlukan bimbingan dan pendampingan secara intensif. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan mozaik dapat menjadi media stimulasi yang tepat, namun perlu dilakukan secara terarah dan berkelanjutan agar perkembangan motorik halus anak meningkat secara optimal
Copyrights © 2026