Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pola Asuh Orang Tua Strict Parents terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia Dini Anisa Nur Hayyu; Desi Amanda; Nurul Annisa Septiani; Oktavia Dwi Nugraheni; Dian Pertiwi, Adharina; Hasbi Sjamsir
Early Childhood Journal Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v3i1.4854

Abstract

Tujuan pembuatan media pola asuh ini untuk mengetahui penerapan apa saja yang ada di dalam pola asuh orang tua yang berhubungan dengan perkembangan sosial-emosional ada anak usia dini pola asuh yang di berikan orang tua terhadap perkembangan sosial-emosional pada Anak Usia Dini sangat penting bagi stimulasi bagi Anak Usia Dini untuk menjadi pribadi yang lebih baik di dalam lingkungan sosial di sekitar dan anak mampu mengontrol emosional jika anak berada di lingkungan sekitar.pola asuh orang tua strict perents terhadap sosial emosional anak memiliki dampak yang sangat jelas. Seperti orang tua yang memberikan pola asuh oteriter kepada anak usia dini oran tua memberikan peraturan yang di buat dan tidak dapat di rubah dan orang tua memangsa anak untuk mengikuti semua aturan yang telah di buat tanpa memberi tahu anak alasan hal baik apa yang ada di dalam peraturan tersebut.
Analisis Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Mozaik Desi Amanda; Dian Nawang Wulan; Miftahul Humaira Al-Farouqi; Yania Putri Claudia Pardede; Elya Siska Anggraini
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya permasalahan perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun dis salah satu TK, khususnya dalam kemampuan memegang gunting. Topik ini dipilih karena motorik halus merupakan aspek penting dalam kesiapan anak memasuki pendidikan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan motorik halus anak melalui kegiatan mozaik sebagai bentuk stimulasi yang melibatkan koordinasi mata dan tangan. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi terstruktur dengan guru kelas, dan dokumentasi hasil karya anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak masih dalam tahap berkembang dan belum optimal, terutama dalam memegang gunting dengan benar. Anak masih memerlukan bimbingan dan pendampingan secara intensif.  Dapat disimpulkan bahwa kegiatan mozaik dapat menjadi media stimulasi yang tepat, namun perlu dilakukan secara terarah dan berkelanjutan agar perkembangan motorik halus anak meningkat secara optimal