Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pola Asuh Orang Tua Strict Parents terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia Dini Anisa Nur Hayyu; Desi Amanda; Nurul Annisa Septiani; Oktavia Dwi Nugraheni; Dian Pertiwi, Adharina; Hasbi Sjamsir
Early Childhood Journal Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v3i1.4854

Abstract

Tujuan pembuatan media pola asuh ini untuk mengetahui penerapan apa saja yang ada di dalam pola asuh orang tua yang berhubungan dengan perkembangan sosial-emosional ada anak usia dini pola asuh yang di berikan orang tua terhadap perkembangan sosial-emosional pada Anak Usia Dini sangat penting bagi stimulasi bagi Anak Usia Dini untuk menjadi pribadi yang lebih baik di dalam lingkungan sosial di sekitar dan anak mampu mengontrol emosional jika anak berada di lingkungan sekitar.pola asuh orang tua strict perents terhadap sosial emosional anak memiliki dampak yang sangat jelas. Seperti orang tua yang memberikan pola asuh oteriter kepada anak usia dini oran tua memberikan peraturan yang di buat dan tidak dapat di rubah dan orang tua memangsa anak untuk mengikuti semua aturan yang telah di buat tanpa memberi tahu anak alasan hal baik apa yang ada di dalam peraturan tersebut.
THE RELATIONSHIP BETWEEN WORKLOAD AND WORK FATIGUE WITH WORK PRODUCTIVITY OF COURIER WORKERS AT PT. NUSANTARA CINTA DAMAI BRANCH Desi Amanda; Tri Niswati Utami
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 6, No 2 (2025): Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies (JGSIMS)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v6i2.26353

Abstract

This study used a quantitative design with a cross-sectional design and a total sampling technique on 35 couriers of PT. Nusantara Ekspres, Cinta Damai Branch to analyze the relationship between workload (NASA-TLX) and work fatigue (KAUPK2) with work productivity. The NASA-TLX instrument consists of six dimensions (mental, physical, time pressure, performance, frustration, and effort) with a scale of 0-100 categorized from low to very high. Work fatigue was measured by KAUPK2 (20 items, α = 0.89 in the Indonesian population) and classified into low-high categories. Productivity was measured through a standardized questionnaire and an objective indicator of ≥150 packages/day from the company's internal application data. The Pearson correlation test results showed a positive relationship between workload and productivity (r = 0.442; 95% CI 0.15-0.67; p = 0.008) and a negative relationship between work fatigue and productivity (r = -0.346; 95% CI -0.60 to -0.04; p = 0.042). This analysis indicates an association (not a causal relationship) between workload and fatigue with productivity. Limitations of this study include the small sample size, the data did not consider confounding factors such as age, tenure, route length, weather conditions, and working hours, and the potential for single method bias. Implementation recommendations include scheduling micro-breaks, rotating heavy/light routes, and using NASA-TLX thresholds as indicators of OHS interventions to maintain a balance between workload, fatigue, and productivity.