In patriarchal cultures, child-rearing is often perceived as the mother's domain, while the father's role is confined to being the primary breadwinner. Consequently, fathers' involvement in shaping children's spiritual identity is frequently marginalized. This study examines the father's role as imago patris in the family, namely the representation of the divine fatherly image that serves as a means of faith transmission and spiritual identity formation in children. The research employs a qualitative design grounded in a literature review, drawing on theological, biblical, and scholarly sources concerning paternal involvement in faith formation. The findings reveal that faith transmission occurs through paternal transformation, understood as relational spiritual leadership. This transformation begins with a shift in the father's perception of the child, from an object of caregiving responsibility to a soul entrusted by God. Such reorientation encourages fathers to redefine their roles within the family, share responsibilities with mothers, and become more emotionally and spiritually engaged. Through consistent presence, love, and guidance, children internalize faith values as an integral part of their spiritual identity. Abstrak Dalam budaya yang berakar pada sistem patriarki, pengasuhan anak umumnya dipandang sebagai ranah ibu, sementara peran ayah dibatasi pada fungsi pencari nafkah. Akibatnya, keterlibatan ayah dalam pembentukan identitas spiritual anak kerap terpinggirkan. Penelitian ini mengkaji peran ayah sebagai imago patris dalam keluarga, yakni representasi citra kebapaan ilahi yang menjadi sarana pewarisan iman dan pembentukan identitas spiritual anak. Kajian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif berbasis studi literatur, melalui penelusuran sumber teologis, biblika, dan keilmuan terkait peran ayah dalam pengasuhan iman. Hasil kajian menunjukkan bahwa pewarisan iman berlangsung melalui transformasi keayahan yang dimaknai sebagai kepemimpinan rohani relasional. Transformasi ini bermula dari perubahan cara pandang ayah terhadap anak, dari objek tanggung jawab pengasuhan menjadi jiwa yang dipercayakan Tuhan. Pemahaman tersebut mendorong ayah untuk menyesuaikan perannya dalam keluarga, berbagi tanggung jawab dengan ibu, serta terlibat secara emosional dan spiritual. Melalui kehadiran, kasih, dan bimbingan yang konsisten, anak menginternalisasi nilai iman sebagai bagian integral dari identitas spiritualnya.
Copyrights © 2026