Christian education in Indonesia is experiencing an epistemological crisis that separates faith from reason, causing learning to fall into dualism between scientistic objectivism and sentimental affective pietism. This research aims to construct an integrative Christian education pedagogy based on a dialogical synthesis of the thought of Parker J. Palmer and Thomas H. Groome. The method employed is a qualitative literature study with a dialogical-constructive approach to both figures’ primary works, supplemented by Indonesian-language secondary literature on contextual Christian religious education. The findings show that Palmer’s epistemology of love, rooted in the knower-known relation as an act of faith, engages in complementary ways with Groome’s praxis of faith through the five movements of shared Christian praxis, producing a pedagogical framework with three axes: relationality, reflexivity, and transformation. This construction offers a middle way for Indonesian Christian education to transcend the Enlightenment-inherited faith-reason dichotomy while serving as a contextual proposal for forming holistic learners that integrates cognitive, affective, conative, and spiritual dimensions into a unified reflective pedagogy rooted in the fides quaerens intellectum tradition. Abstrak Pendidikan Kristiani di Indonesia saat ini mengalami krisis epistemologis yang memisahkan iman dari akal budi, sehingga proses pembelajaran kerap jatuh pada dualisme antara objektivisme saintifik di satu sisi dan pietisme afektif yang sentimental di sisi lain. Penelitian ini bertujuan mengonstruksi pedagogi Pendidikan Kristiani yang integratif berbasis sintesis dialogis pemikiran Parker J. Palmer dan Thomas H. Groome. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka kualitatif dengan pendekatan dialogis-konstruktif terhadap karya primer kedua tokoh, dilengkapi dengan tinjauan kritis terhadap literatur sekunder berbahasa Indonesia bertema Pendidikan Agama Kristen kontekstual. Hasilnya menunjukkan bahwa epistemologi cinta Palmer yang berakar pada relasi knower-known sebagai tindakan iman dapat berdialog secara komplementer dengan praksis iman Groome melalui lima gerakan shared Christian praxis, sehingga melahirkan kerangka pedagogis tiga aksis: relasionalitas, refleksivitas, dan transformasi. Konstruksi pedagogis ini menawarkan jalan tengah bagi Pendidikan Kristiani Indonesia melampaui dikotomi iman-akal warisan Pencerahan, sekaligus menjadi tawaran kontekstual bagi pembentukan peserta didik holistik yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, konatif, dan spiritual dalam satu kesatuan pedagogi reflektif yang berakar pada tradisi fides quaerens intellectum.
Copyrights © 2025