Dunia pendidikan dituntut untuk bertransformasi. Salah satu elemen kunci dalam transformasi ini adalah literasi digital. Literasi digital bukan hanya kemampuan menggunakan perangkat teknis, melainkan kecakapan kognitif untuk menemukan, mengevaluasi, dan mengomunikasikan informasi melalui berbagai format digital. Inovasi pembelajaran Bahasa Inggris berbasis literasi digital hadir sebagai solusi untuk menciptakan lingkungan belajar yang otonom dan kolaboratif. Inovasi dalam pembelajaran Bahasa Inggris menjadi sebuah keniscayaan untuk menjawab tantangan tersebut. Inovasi ini bermanifestasi dalam bentuk integrasi literasi digital ke dalam kurikulum. Literasi digital bukan sekadar kemampuan teknis mengoperasikan gawai, melainkan kemampuan kognitif untuk memproses, mengevaluasi, dan menciptakan konten berbahasa Inggris. Penyajian tulisan ini didasarkan pada analisis data kepustakaan dengan model analisis deskriptif. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa Perkembangan literasi digital di sekolah sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia. Guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya otoritas pengetahuan, melainkan sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa dalam mencari informasi via digital. Salah satu poin krusial dalam perkembangan literasi digital di sekolah adalah penguatan etika digital. Sekolah kini berperan aktif dalam mengajarkan siswa mengenai tanggung jawab sosial di ruang siber.
Copyrights © 2026