Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pendidikan karakter sebagai esensi fundamental dari proses pendidikan di tengah akselerasi informasi global yang didominasi oleh mesin pencari digital. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena di mana transfer pengetahuan semakin mudah digantikan oleh teknologi, sementara pembentukan karakter, keteladanan moral, dan identitas autentik tetap menjadi peran manusia yang tidak tergantikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data dikumpulkan dengan menganalisis literatur klasik tentang pendidikan karakter serta penelitian kontemporer mengenai psikologi perilaku dan neurosains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mesin pencari seperti Google unggul dalam penyediaan data, teknologi tersebut tidak memiliki kapasitas untuk empati, bimbingan moral, dan pengembangan kebijaksanaan (hikmah). Penelitian menyimpulkan bahwa karakter adalah "mahkota" pendidikan yang berfungsi sebagai filter kritis terhadap informasi dan fondasi dalam pengambilan keputusan yang etis. Implikasi dari penelitian ini adalah lembaga pendidikan harus menggeser fokus dari sekadar penyampaian informasi menuju koordinasi strategis antar divisi untuk memprioritaskan pembentukan karakter dan integritas profesional sebagai fondasi inovasi
Copyrights © 2026