Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola aktivitas fisik remaja, yang kini lebih banyak menghabiskan waktu untuk aktivitas pasif di depan layar. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui hubungan gaya hidup sedenter digital terhadap tingkat kebugaran jasmani peserta didik Madrasah Tsanawiyah di Surabaya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Subjek penelitian berjumlah 93 peserta didik kelas IX yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) guna mengukur gaya hidup sedenter, dan Multistage Fitness Test (MFT) guna mengukur tingkat kebugaran jasmani (VO₂max). Analisis data menggunakan uji normalitas Kolmogorov–Smirnov serta uji korelasi Spearman Rank. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata waktu aktivitas sedenter peserta didik sebesar 390,1 menit atau 6,5 jam per hari, dengan sebagian besar (76,3%) tergolong dalam kategori tinggi. Nilai rata-rata VO₂max sebesar 33,5 ml/kg/menit menunjukkan kebugaran jasmani pada kategori sedang. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara gaya hidup sedenter dan VO₂max (r = -0,505; p = 0,000). Artinya, semakin tinggi durasi aktivitas sedenter digital, semakin rendah tingkat kebugaran jasmani peserta didik. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran sekolah dan orang tua dalam mengurangi waktu duduk berlebihan serta mendorong aktivitas fisik rutin di kalangan remaja.
Copyrights © 2025