Generasi Alpha (lahir 2010–2025) tumbuh di era digital dengan ketergantungan tinggi terhadap teknologi, sehingga rentan terhadap dampak negatif seperti kecanduan gadget, paparan konten negatif, dan krisis akhlak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan membentuk kebiasaan baik pada generasi Alpha sejak dini melalui pendekatan pendidikan Islam di lingkungan ACI Ketintang Surabaya. Metode yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) dengan tahapan discovery, dream, design, define, dan do. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan positif pada anak, seperti peningkatan kedisiplinan ibadah, tanggung jawab, sopan santun, serta kontrol penggunaan gadget. Keberhasilan ini didukung oleh keterlibatan aktif orang tua, guru les, dan masyarakat dalam menerapkan pola asuh Islami berbasis keteladanan dan pembiasaan. Kegiatan ini berdampak pada meningkatnya kesadaran orang tua dan harmoni keluarga. Tantangan yang dihadapi meliputi ketergantungan anak pada gadget serta konsistensi orang tua dalam pengasuhan. Simpulan menegaskan bahwa pendidikan karakter Islami memerlukan pendekatan praktis, berkelanjutan, dan kolaboratif antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Copyrights © 2026