Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) mempunyai posisi yang sangat penting untuk memperkuat tingkat kebugaran jasmani siswa melalui kegiatan fisik yang disusun secara terencana dan sistematis. Akan tetapi, pada kondisi nyata tingkat kebugaran jasmani siswa sekolah dasar masih terukur rendah, sehingga dibutuhkan pilihan pembelajaran yang lebih efektif dan menarik. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam pramuka terhadap kebugaran jasmani siswa kelas V SD Negeri 3 Penarukan tahun ajaran 2025/2026. Dengan menggunakan rancangan satu kelompok pretest-posttest, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis desain pre-experimental. Jumlah sampel penelitian sebanyak 33 siswa, yang terdiri atas 14 siswa perempuan dan 19 siswa laki-laki, yang dipilih melalui teknik total sampling berdasarkan seluruh populasi siswa kelas V. Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) sebagai instrumen penelitian yang dilakukan pada orang-orang berusia antara 10 dan 12 tahun, menggunakan lima indikator yaitu kecepatan (lari 40 meter), kekuatan otot (gantung siku tekuk), daya tahan otot (sit-up selama 30 detik), daya ledak (loncat tegak), dan daya tahan kardiovaskular (lari 600 meter). Analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan data, uji normalitas (Shapiro–Wilk) dan uji homogenitas (Levene) sebagai uji prasyarat, dan uji paired t-test untuk mengukur perbedaan antara hasil dari nilai pretest dan posttest. Penelitian menunjukkan hasil bahwa nilai rata-rata kebugaran jasmani siswa mengalami peningkatan dari 15,67 pada pretest menjadi 17,97 pada posttest. Uji hipotesis menunjukkan hasil nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara perlakuan sebelum dan sesudahnya. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa senam pramuka meningkatkan kebugaran fisik siswa secara signifikan. Ini juga dapat digunakan sebagai alternatif untuk pembelajaran PJOK dan meningkatkan partisipasi siswa.
Copyrights © 2026