KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
Vol. 6 No. 2 (2026)

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERKEMBANGAN IMAN REMAJA DI GEREJA PENTAKOSTA ISA ALMASIH INDONESIA BOYOLALI

Fallo, Orgenes (Unknown)
Wening, Sri (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Apr 2026

Abstract

This study aims to analyze the influence of social media on adolescents’ faith development at Gereja Pentakosta Isa Almasih Indonesia Boyolali. The research employed a quantitative approach with an associative correlational design. The population consisted of 30 adolescents, all of whom were selected as samples using a saturated sampling technique. Data were collected through Likert-scale questionnaires measuring the intensity of social media use and indicators of faith development, including understanding of religious teachings, participation in spiritual activities, and the application of religious values in daily life. The data were analyzed using linear regression techniques. The results indicate that social media has a significant influence on adolescents’ faith development. High intensity of social media use, particularly dominated by entertainment content, tends to reduce engagement in spiritual activities. In contrast, access to religious content and digital faith communities can support adolescents’ spiritual growth. This finding highlights the dual role of social media as both a challenge and an opportunity in nurturing adolescents’ faith. In conclusion, uncontrolled use of social media may weaken faith, while wise and guided use can strengthen adolescents’ spirituality. Therefore, active guidance and supervision from churches and parents are essential. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap perkembangan iman remaja di Gereja Pentakosta Isa Almasih Indonesia Boyolali. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 30 remaja dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert yang mengukur intensitas penggunaan media sosial serta indikator perkembangan iman, seperti pemahaman ajaran, keterlibatan dalam kegiatan rohani, dan penerapan nilai keagamaan. Data dianalisis menggunakan teknik regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan iman remaja. Intensitas penggunaan media sosial yang tinggi, terutama dengan dominasi konten hiburan, cenderung menurunkan keterlibatan dalam aktivitas rohani. Sebaliknya, akses terhadap konten religius dan komunitas iman digital dapat mendukung pertumbuhan spiritual remaja. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran ganda, yaitu sebagai tantangan sekaligus peluang dalam pembinaan iman. Kesimpulannya, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol berpotensi melemahkan iman, namun pemanfaatan yang bijak dan terarah dapat memperkuat spiritualitas remaja. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif gereja dan orang tua dalam memberikan pendampingan dan pengawasan yang tepat.

Copyrights © 2026