Indonesia’s national development agenda set a stunting prevalence target of 14% by 2024, positioning it as a critical public health priority aimed at fostering optimal human development from the earliest stages of life. Strengthening the role of community health cadres has been identified as a central strategy, encompassing health education delivery, promotion of healthy lifestyles, and more effective execution of stunting prevention initiatives. This research was conducted to examine the association between cadres’ knowledge regarding stunting and their proficiency in conducting early identification of stunting cases among toddlers. A cross-sectional approach was adopted, with 40 participants recruited according to established inclusion criteria, and the Spearman Rank correlation test was applied to evaluate the degree of association between the study variables. Results revealed a statistically significant positive correlation, with a coefficient of 0.572 placing the relationship in the moderate strength category. This finding underscores that cadres’ early detection proficiency is substantially shaped by the quality and quantity of information they receive, emphasizing the need for sustained educational interventions and comprehensive resource provision. ABSTRAK Pemerintah Indonesia menetapkan target penurunan prevalensi stunting menjadi 14% dalam RPJMN 2024 sebagai bagian dari upaya strategis peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Penguatan peran kader posyandu menjadi salah satu pilar utama dalam implementasi program tersebut, mencakup fungsi edukasi, pemodelan perilaku hidup sehat, dan pelaksanaan kegiatan pencegahan stunting di tingkat komunitas. Studi ini dirancang untuk mengkaji keterkaitan antara kapasitas pengetahuan kader dan kecakapan mereka dalam mengidentifikasi stunting pada anak usia di bawah lima tahun secara dini. Metode yang digunakan adalah desain Cross Sectional dengan melibatkan 40 responden yang ditentukan berdasarkan kriteria inklusi tertentu, serta analisis data melalui uji Spearman Rank guna mengukur derajat keterkaitan antarvariabel. Dari hasil analisis diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,572, menunjukkan adanya hubungan positif pada tingkat kekuatan sedang antara pengetahuan kader tentang stunting dan kapasitas deteksi dini mereka. Hal ini mengindikasikan bahwa akses terhadap informasi yang memadai merupakan faktor determinan penting dalam membentuk kecakapan kader, sehingga program edukasi yang terstruktur dan penyediaan bahan pembelajaran yang komprehensif perlu mendapat perhatian lebih serius.
Copyrights © 2026