Sektor energi merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia, baik sebagai sumber pendapatan negaramaupun pemenuhan kebutuhan energi domestik. Fluktuasi harga minyak global, kebijakan energi, dan dinamika geopolitikmempengaruhi nilai saham perusahaan di sektor ini, sehingga analisis valuasi saham menjadi sangat penting. Penelitianini bertujuan menghitung nilai wajar saham perusahaan sektor energi yang tergabung dalam IDX LQ45 periode 2019–2023. Metode yang digunakan adalah Discounted Cash Flow (DCF) dengan pendekatan Free Cash Flow to the Firm(FCFF), serta Relative Valuation dengan pendekatan Price to Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV).Proyeksi dilakukan untuk tahun 2025 pada tiga skenario, yaitu optimis, moderat, dan pesimis. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa saham ADRO berada dalam kondisi undervalued pada skenario pesimis dan moderat, namunberpotensi fairly valued atau sedikit overvalued pada skenario optimis. Saham PTBA dan ITMG cenderung overvalueddalam skenario optimis, namun mendekati nilai wajar dalam skenario pesimis dan moderat. Hasil ini menunjukkan bahwapendekatan valuasi terintegrasi mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif bagi investor dalam menilaikelayakan investasi di sektor energi.Kata kunci: Valuasi Saham; Discounted Cash Flow; Free Cash Flow to Firm; Relative Valuation; Sektor Energi; IDXLQ45
Copyrights © 2026