Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga dalam membentuk budaya kesadaran pendidikan di masyarakat pedesaan Kabupaten Pacitan. Budaya ini dipahami sebagai kesadaran kolektif tentang pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kesejahteraan dan mobilitas sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan orang tua, guru, dan tokoh masyarakat sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa keluarga berperan sebagai agen sosialisasi utama yang menanamkan nilai-nilai pendidikan pada anak-anak melalui motivasi, disiplin belajar, dan perilaku teladan. Modal budaya keluarga secara signifikan memengaruhi pembentukan habitus pendidikan; keluarga dengan modal budaya yang lebih tinggi cenderung memberikan dukungan belajar yang lebih terstruktur dibandingkan dengan keluarga dengan modal budaya yang lebih rendah. Studi ini juga menemukan peningkatan kesadaran kritis di kalangan masyarakat pedesaan mengenai pentingnya pendidikan, meskipun kendala ekonomi, lingkungan sosial, dan persepsi tradisional tetap menjadi tantangan. Secara keseluruhan, kesadaran pendidikan di pedesaan Pacitan muncul melalui interaksi antara peran keluarga, modal budaya, dan dinamika sosial yang lebih luas. Temuan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat desa dalam memperkuat budaya pendidikan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026