Penelitian ini mengkaji pemanfaatan limbah industri pertambangan dan pertanian berupa fine coal (FC) dan abu sekam padi (ASP) sebagai material pengganti semen dalam pembuatan beton geopolimer yang diaktivasi menggunakan larutan alkali berupa natrium silikat dan natrium hidroksida (caustic soda). Akumulasi limbah industri yang tidak termanfaatkan secara optimal berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, sementara di sisi lain industri konstruksi masih sangat bergantung pada semen konvensional yang berkontribusi signifikan terhadap emisi CO₂. Oleh karena itu, pendekatan berbasis geopolimer menjadi alternatif yang relevan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Selain itu, studi mengenai pengaruh variasi kadar air pada sistem berbasis fine coal murni juga masih terbatas. Penelitian ini menawarkan novelty berupa pemanfaatan kombinasi FC dan ASP dengan variasi komposisi yang spesifik, yaitu A (70% FC : 30% ASP), B (30% FC : 70% ASP), serta evaluasi sistem berbasis FC murni dengan variasi penambahan air (C: 7–10 ml; D: 25 ml). Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari untuk menilai performa mekanik beton geopolimer yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi material berpengaruh signifikan terhadap kuat tekan, di mana sampel A menghasilkan nilai tertinggi dengan rata-rata kuat tekan sebesar 35 fc. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi optimal antara fine coal dan abu sekam padi mampu meningkatkan kinerja beton geopolimer, sehingga berpotensi diaplikasikan dalam konstruksi sesuai dengan mutu yang disyaratkan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan limbah FC dan ASP tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan limbah industri, tetapi juga mendukung pengembangan material konstruksi ramah lingkungan sebagai alternatif pengganti semen konvensional.
Copyrights © 2026