Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengelolaan Limbah B3 IUP Banko Barat PT. Bukit Asam Tbk. Site Tanjung Enim Astrid Fadhilah; Putra Putra; Nanda Fathurrahman; Andrawina Andrawina
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i2.76

Abstract

Kegiatan penambangan batubara di PT. Bukit Asam Tbk. IUP Banko Barat, menghasilkan berbagai jenis limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber dan jenis limbah B3, menganalisis mekanisme pengelolaan di Tempat Penyimpanan Sementara Terpadu (TPST) Blok Timur, serta mengkaji pemanfaatan oli bekas sebagai bahan bakar Ammonium Nitrate Fuel Oil (ANFO) dan kesiapsiagaan sistem tanggap darurat. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi data primer serta sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah B3 didominasi oleh oli bekas, aki bekas, dan limbah padat terkontaminasi, yang dikelola melalui proses pengumpulan, pengemasan, pelabelan, penyimpanan, transportasi, dan penyerahan ke pihak ketiga. Pemanfaatan oli bekas sebagai bahan bakar ANFO terbukti mengurangi volume limbah sekaligus menekan biaya operasional, namun memerlukan proses penyaringan dan izin lingkungan. Sistem tanggap darurat di TPST telah dilengkapi sarana keselamatan, prosedur evakuasi, dan peralatan penanggulangan insiden. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan limbah B3 yang terencana dan sesuai regulasi untuk mendukung keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan.
Kajian Deontologis dan Regulasi: Memformulasikan Kode Etik Insinyur Tambang Berbasis Prinsip Lingkungan dan Keberlanjutan Energi Terbarukan Yulius Mases; Sarmidi Sarmidi; Putra Putra
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i2.89

Abstract

Industri pertambangan berada di persimpangan kritis antara tuntutan produksi sumber daya mineral dan imperatif global menuju keberlanjutan lingkungan dan transisi energi. Profesi insinyur tambang, sebagai pengambil keputusan teknis, memegang peran sentral dalam menavigasi dilema ini. Penelitian konseptual ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis kerangka Kode Etik Insinyur yang berlaku dan memformulasikan prinsip-prinsip etika tambahan yang mengintegrasikan secara eksplisit prinsip lingkungan (stewardship) dan efisiensi energi terbarukan. Melalui pendekatan deontologis dan teleologis, ditemukan bahwa kode etik saat ini cenderung menafsirkan tanggung jawab lingkungan sebagai kepatuhan regulasi (standar minimal). Kami merekomendasikan Prinsip Stewardship Energi dan Kewajiban Integrasi KET sebagai komponen wajib dalam etika profesi, mendorong insinyur untuk menjadi pelopor keberlanjutan dan aktif mengurangi jejak karbon melalui optimalisasi operasional alat berat dan pemanfaatan sumber daya energi bersih
Pemodelan Spasial Bahaya Lahar Gunung Api Seulawah Agam Menggunakan Laharz Berbasis Data SRTM dan QGIS Freddy Sapta Wirandha; Putra Putra; Irwandi Irwandi; Khairun Nazli
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 3 (2026): April : Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i3.64

Abstract

Gunung Api Seulawah Agam merupakan gunung api aktif yang memiliki potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar, terutama pada musim hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model spasial bahaya lahar menggunakan perangkat lunak Laharz yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis (QGIS) berbasis data Shuttle Radar Topography Mission (SRTM). Metode yang digunakan meliputi pengolahan data Digital Elevation Model (DEM), penentuan parameter pemodelan seperti rasio H/L, volume lahar, dan ambang batas aliran, serta simulasi aliran lahar untuk menghasilkan peta zona bahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Laharz mampu merepresentasikan jalur aliran lahar yang mengikuti jaringan sungai utama dan menghasilkan zona bahaya yang konsisten dengan kondisi morfologi wilayah. Integrasi dengan QGIS memungkinkan visualisasi spasial yang informatif dalam bentuk peta distribusi aliran dan zona genangan. Meskipun memiliki keterbatasan dalam merepresentasikan dinamika fluida secara detail, model ini efektif sebagai pendekatan awal dalam pemetaan bahaya lahar. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pemodelan bahaya vulkanik berbasis data topografi yang sederhana namun aplikatif untuk mendukung kajian mitigasi bencana
Transformasi Limbah Jadi Kekuatan: Potensi Fine Coal dan Abu Sekam Padi dalam Pengembangan Beton Geopolimer Indra Nuryanneti; Ni Wayan Desi Purwantini; Putra Putra; Dinda Zahrah
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 3 (2026): April : Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i3.114

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemanfaatan limbah industri pertambangan dan pertanian berupa fine coal (FC) dan abu sekam padi (ASP) sebagai material pengganti semen dalam pembuatan beton geopolimer yang diaktivasi menggunakan larutan alkali berupa natrium silikat dan natrium hidroksida (caustic soda). Akumulasi limbah industri yang tidak termanfaatkan secara optimal berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, sementara di sisi lain industri konstruksi masih sangat bergantung pada semen konvensional yang berkontribusi signifikan terhadap emisi CO₂. Oleh karena itu, pendekatan berbasis geopolimer menjadi alternatif yang relevan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Selain itu, studi mengenai pengaruh variasi kadar air pada sistem berbasis fine coal murni juga masih terbatas. Penelitian ini menawarkan novelty berupa pemanfaatan kombinasi FC dan ASP dengan variasi komposisi yang spesifik, yaitu A (70% FC : 30% ASP), B (30% FC : 70% ASP), serta evaluasi sistem berbasis FC murni dengan variasi penambahan air (C: 7–10 ml; D: 25 ml). Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari untuk menilai performa mekanik beton geopolimer yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi material berpengaruh signifikan terhadap kuat tekan, di mana sampel A menghasilkan nilai tertinggi dengan rata-rata kuat tekan sebesar 35 fc. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi optimal antara fine coal dan abu sekam padi mampu meningkatkan kinerja beton geopolimer, sehingga berpotensi diaplikasikan dalam konstruksi sesuai dengan mutu yang disyaratkan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan limbah FC dan ASP tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan limbah industri, tetapi juga mendukung pengembangan material konstruksi ramah lingkungan sebagai alternatif pengganti semen konvensional.
Karakterisasi Plastisitas Batulempung dan Batupasir Berdasarkan Batas Atterberg pada Titik Bor AKB-52A Astrid Fadhilah; Putra Putra; Luliana Luliana; Tria Rahmawati
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 3 (2026): April : Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i3.119

Abstract

Karakterisasi batas Atterberg diperlukan untuk mengidentifikasi perubahan konsistensi material berbutir halus dan mendukung interpretasi awal sifat geoteknik. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai batas cair (LL), batas plastis (PL), dan indeks plastisitas (PI) pada sampel batulempung dan batupasir dari titik bor AKB 52A, serta membandingkan kecenderungan nilai antarsampel. Data diperoleh dari pengujian laboratorium mekanika tanah, kemudian dihitung PI sebagai selisih LL dan PL serta ditafsirkan secara deskriptif dengan bantuan diagram plastisitas dan kriteria AASHTO. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel batulempung memiliki LL 51,07-67,20%, PL 29,06-40,67%, dan PI 13,77-30,58%. Sampel batupasir memiliki LL 41,92-48,51%, PL 25,02-29,38%, dan PI 16,38-22,14%. Secara umum, batulempung menunjukkan batas cair dan indeks plastisitas yang lebih tinggi dibandingkan batupasir, terutama pada sampel 11 AKB 52A, sehingga mengindikasikan pengaruh fraksi halus atau mineral lempung yang lebih dominan. Batupasir tetap memperlihatkan plastisitas sedang, yang menunjukkan adanya komponen halus berplastisitas pada matriks batuan. Hasil ini dapat menjadi data awal untuk evaluasi kestabilan subgrade, jalan tambang, dan pengelolaan material di area penelitian. Klasifikasi final perlu dilengkapi data gradasi, kadar organik, dan mineralogi.