Residu fine coal menjadi tantangan sebagai pengelolaan limbah yang mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan. Penggunaan biomassa sebagai komposit diyakini dapat menjadi solusi produk briket berorientasi produk hijau sekaligus menaikkan nilai ekonomis dari limbah tersebut. Studi ini dilakukan dengan beberapa komposisi campuran arang kayu dan fine coal. Hasil uji menunjukkan bahwa briket dengan komposisi 60% arang kayu akasia dan 30% fine coal memiliki kualitas terbaik dengan nilai kalor sebesar 4789 kkal/kg, serta kandungan sulfur terendah sebesar 0,22%. Hasil ini menunjukkan bahwa campuran tersebut lebih efisien dibandingkan campuran lainnya dalam hal energi dan dampak lingkungan. Penggunaan arang kayu akasia sebagai bahan utama meningkatkan nilai kalor briket, menurunkan kandungan sulfur, serta menghasilkan pembakaran yang lebih stabil dengan temperatur tertinggi 683oC selama 270 menit. Penelitian ini dapat dimanfaatkan bagi pabrik briket sebagai dasar studi lanjutan dalam pembuatan biobriket.
Copyrights © 2026