Kawasan bantaran sungai memiliki peran ekologis yang penting dalam menjaga stabilitas ekosistem sungai serta mendukung mata pencaharian masyarakat. Namun, pembangunan infrastruktur seperti tanggul pengendali banjir sering kali memerlukan pembersihan vegetasi di sepanjang bantaran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi dari penggusuran tanaman selama pembangunan tanggul sungai di Kelurahan Ternate Baru, Kecamatan Singkil, Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat setempat, serta inventarisasi vegetasi di zona riparian Sungai Tondano. Hasil penelitian mengidentifikasi lebih dari 30 spesies tanaman yang terdiri atas tanaman buah, tanaman obat, tanaman peneduh, dan tanaman hias yang dibudidayakan oleh masyarakat. Penggusuran vegetasi menimbulkan beberapa dampak, antara lain hilangnya sumber pangan rumah tangga, berkurangnya ruang hijau, meningkatnya risiko erosi tanah, serta perubahan iklim mikro di lingkungan sekitar. Secara sosial, penghilangan tanaman juga memengaruhi interaksi masyarakat dan menimbulkan ketidakpuasan akibat keterbatasan komunikasi selama pelaksanaan proyek. Meskipun demikian, pembangunan tanggul memberikan manfaat jangka panjang dalam mengurangi risiko banjir. Oleh karena itu, restorasi ekologis melalui program penanaman kembali serta pelibatan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan pengelolaan bantaran sungai yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026