Peningkatan kapasitas petani di wilayah perbatasan menjadi langkah penting dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada Kelompok Tani Loponaek di Desa Oeolo, Kabupaten Timor Tengah Utara, yang menghadapi kendala berupa rendahnya hasil produksi sayuran serta keterbatasan pemanfaatan teknologi budidaya berkelanjutan. Pengabdian bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani melalui penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi dan Efaluasi serta pendampingan dalam penerapan pupuk organik, pemanfaatan limbah pertanian, serta penggunaan sistem irigasi berbasis IOT. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan petani dalam mengelola usaha tani secara lebih efisien serta berorientasi lingkungan. Penerapan teknologi tersebut berpotensi meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani sehingga dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat perbatasan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026