Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Problem-Based Learning (PBL) berbasis aplikasi GeoGebra dalam meningkatkan kemampuan proses representasi aljabar linear pada mahasiswa. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif kuasi-eksperimen dengan Non-Equivalent Control Group Design yang melibatkan 60 mahasiswa dari salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, yang terbagi ke dalam kelas eksperimen (n=30) dan kelas kontrol (n=30). Instrumen pengumpulan data berupa tes kemampuan representasi aljabar linear yang telah divalidasi secara isi dan konstruk. Data dianalisis menggunakan uji-t independen, analisis N-Gain, dan Effect Size (Cohen's d). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan representasi aljabar linear mahasiswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol (t = 8,74; p < 0,001). Nilai N-Gain kelas eksperimen berada pada kategori tinggi (ġ = 0,79), sedangkan kelas kontrol berada pada kategori sedang (ġ = 0,41). Analisis Effect Size menghasilkan nilai Cohen's d = 1,62, yang mengindikasikan efek yang sangat besar dari penerapan model PBL berbasis GeoGebra. Temuan ini memberikan bukti empiris yang kuat bahwa integrasi model PBL dengan teknologi GeoGebra secara signifikan meningkatkan kemampuan representasi aljabar linear mahasiswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, sekaligus membuka implikasi strategis bagi pengembangan pedagogi matematika tingkat tinggi.
Copyrights © 2024