Kelengkapan resep merupakan salah satu indikator penting dalam pelayanan kefarmasian untuk menjamin keamanan dan efektivitas terapi serta mencegah medication error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kelengkapan resep pasien rawat inap dan rawat jalan di Instalasi Farmasi RSUD dr. Zainal Umar Sadiki Kabupaten Gorontalo Utara berdasarkan aspek administratif, farmasetik, dan klinis. Penelitian ini menggunakan observasi deskriptif yang dilakukan secara retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 377 resep yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Data disajikan dalam bentuk persentase setelah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek farmasetik pada resep rawat inap dan rawat jalan telah lengkap 100%. Pada aspek administratif, komponen yang paling sering tidak lengkap adalah berat badan dan tinggi badan. Pada resep rawat inap, berat badan hanya tercantum 7,5% dan tinggi badan 6,7%, sedangkan pada resep rawat jalan berat badan tercantum 6,5% dan tinggi badan 2,4%. Pada aspek klinis, kelengkapan resep rawat jalan lebih tinggi dibandingkan rawat inap. Ketepatan indikasi pada resep rawat jalan sebesar 85,5%, sedangkan rawat inap 68,8%. Informasi alergi dan reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROTD) merupakan komponen yang paling sering tidak lengkap, yaitu hanya 33,9% pada rawat jalan dan 11,1% pada rawat inap. Dapat disimpulkan bahwa aspek farmasetik telah memenuhi standar, namun aspek administratif dan klinis masih perlu ditingkan untuk meningkatkan keselamatan pasien.
Copyrights © 2026