Penumpukan limbah cangkang kerang di Desa Banyuurip dan Desa Ngemboh, Ujungpangkah, Gresik belum dikelola optimal dan belum terintegrasi dengan kelembagaan ekonomi desa. Gap kegiatan sebelumnya terletak pada minimnya penerapan alat penghancur sebagai tahap awal pengolahan limbah berbasis BUMDes. Novelty kegiatan ini adalah penerapan mesin crusher cangkang kerang sebagai teknologi tepat guna untuk mengurangi limbah sekaligus membuka peluang usaha desa. Kegiatan dilakukan melalui brainstorming, survei lokasi, identifikasi kebutuhan desain, perancangan dan pembuatan mesin, sosialisasi, demonstrasi, praktik penggunaan, serta evaluasi terhadap 54 peserta yang terdiri atas pengurus BUMDes, ibu PKK, dan warga. Mesin crusher berhasil disediakan dan digunakan untuk mengecilkan ukuran cangkang. Evaluasi menunjukkan 87% peserta memahami dampak limbah, 91% memahami fungsi mesin, 83% mampu mengoperasikan, 89% menilai mudah digunakan, 85% melihat peluang usaha, dan 93% puas. Program meningkatkan kapasitas masyarakat, memperkuat BUMDes, dan mendukung ekonomi sirkular desa sebagai model awal pengelolaan limbah pesisir yang berkelanjutan dan partisipatif. Shell waste accumulation in Banyuurip and Ngemboh Villages, Ujungpangkah, Gresik is poorly managed and unintegrated with village economic institutions. The gap in previous programs lies in the limited application of crushing equipment as an initial stage of BUMDes-based waste processing. The novelty of this program is the implementation of a shell crusher machine as appropriate technology to reduce waste while creating business opportunities. The program was conducted through brainstorming, site surveys, design needs identification, machine design and fabrication, socialization, demonstration, hands-on practice, and evaluation involving 54 participants consisting of BUMDes administrators, women’s community groups, and residents. The crusher machine was provided and used to reduce shell size. Evaluation showed that 87% understood waste impacts, 91% understood machine functions, 83% could operate it, 89% found it easy to use, 85% saw business potential, and 93% were satisfied. The program strengthened community capacity, BUMDes roles, and circular economy.
Copyrights © 2026