Sektor pertanian merupakan pilar krusial dalam kedaulatan pangan nasional, di mana padi menjadi komoditas strategis utama. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kinerja penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam menghilirisasi teknologi budidaya padi; (2) mengidentifikasi kendala selama pelaksanaan penyuluhan; dan (3) mengevaluasi dampak nyata penyuluhan terhadap peningkatan produksi padi di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, diskusi kelompok terfokus (FGD), serta studi dokumen data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh BPP telah berperan efektif sebagai fasilitator dan motivator melalui program Kostratani dengan mendiseminasikan teknologi Tanam Benih Langsung (Tabela), Tanpa Olah Tanah (TOT), varietas genjah, dan teknologi Salibu. Meskipun demikian, efektivitas hilirisasi masih terhambat oleh rendahnya kapasitas adopsi petani, keterbatasan alat mesin pertanian (Alsintan), permodalan, serta faktor perubahan iklim. Dampak nyata dari intervensi teknologi ini terlihat pada peningkatan Indeks Pertanaman (IP) menuju IP 300 dan kenaikan total produksi padi sebesar 4,8% pada tahun 2024. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital dan penguatan peran BPP menjadi kunci utama dalam akselerasi swasembada pangan, namun perlu disertai kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi petani secara komprehensif.
Copyrights © 2026