Limbah kulit jeruk berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik, namun mengandung senyawa bioaktif berupa flavonoid yang bernilai guna. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) serta mengkaji pengaruh waktu maserasi terhadap hasil ekstraksi. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metetanol pada variasi waktu 12, 24, 36, 48, 60, dan 72 jam. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan dengan metode kalorimetri aluminium klorida (AlCl₃) menggunakan kuersetin sebagai standar, kemudian dianalisis menggunakan spektrofotometer UV–Vis pada panjang gelombang maksimum 410 nm. Hasil menunjukkan bahwa kadar flavonoid meningkat hingga mencapai nilai optimum pada 24 jam sebesar 5,13 mg QE/g, kemudian menurun pada waktu maserasi yang lebih lama. Penurunan tersebut menunjukkan adanya pengaruh mekanisme difusi pada tahap awal ekstraksi dan degradasi senyawa akibat waktu kontak yang terlalu panjang. Dengan demikian, waktu optimum untuk ekstraksi flavonoid total dari kulit jeruk nipis adalah 24 jam. Kata Kunci : Limbah kulit jeruk; flavonoid total; waktu maserasi
Copyrights © 2026