Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia, termasuk di Desa Plosojenar, Kabupaten Ponorogo, dengan capaian Angka Bebas Jentik (ABJ) 84,6% yang masih jauh di bawah target nasional 95%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) masyarakat dengan persepsi terhadap fogging serta menggali faktor-faktor yang mempengaruhi pencegahan DBD. Penelitian menggunakan rancangan mixed-methods, dengan survei cross-sectional terhadap 98 responden untuk komponen kuantitatif dan wawancara mendalam dengan empat informan kunci untuk komponen kualitatif. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji Chi-square, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara sikap positif dengan praktik nyata pencegahan DBD. Meskipun sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup, praktik PSN (3M Plus) belum dilakukan secara konsisten. Uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,032), sikap (p=0,041), dan praktik (p=0,018) dengan persepsi terhadap fogging. Hasil wawancara mendalam mengungkapkan tiga tema utama, yaitu ketergantungan masyarakat pada fogging, rendahnya kesadaran dan konsistensi perilaku PSN, serta keterbatasan dukungan dari kader dan perangkat desa. Rekomendasi penelitian menekankan perlunya edukasi kesehatan yang berkelanjutan, peningkatan peran kader jumantik, dan penguatan PSN 3M Plus sebagai strategi utama pencegahan DBD untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada fogging.
Copyrights © 2026