Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Minyak Kasar Biji Mentawa (Artocarpus anisophyllus) dengan Metode Ekstraksi Maserasi Menggunakan Pelarut Heksan dan Petroleum Eter Rikardo, David; Purwayantie, Sulvi; Priyono, Suko
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mentawa adalah salah satu buah lokal yang dikonsumsi dengan biji buah dan menghasilkan limbah biji yang sangat banyak. Biji mentawa mengandung minyak akan tetapi sampai saat ini belum diketahui karakteristik dari minyak biji mentawa. Salah satu cara ekstraksi minyak dapat dilakukan dengan menggunakan pelarut nonpolar. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik minyak kasar biji mentawa terbaik dari ekstraksi menggunakan pelarut heksan dan petroleum eter (PE). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 1 (satu) faktor perlakuan yaitu rasio kombinasi pelarut heksan dan pelarut PE (5 taraf perlakuan yaitu 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, 0:100; 3 kali ulangan). Data yang diperoleh dianalisis dengan anova 5%.  Jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan uji beda nyata jujur (BNJ) 5%, Penentuan hasil terbaik pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode De Garmo. Kombinasi heksan dan PE pada rasio 0:100 merupakan perlakuan terbaik. Kualitas minyak kasar biji mentawa yang dihasilkan yaitu rendemen sebesar 17,39 %, angka penyabunan 231,36 mg KOH/g, berat jenis 0,981 g/mL, angka iodin 24,04 g Yod/100g dan pH 8,57.Kata Kunci: Minyak kasar, Maserasi, Heksan, PE, Karakteristik.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP FOGGING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA PLOSOJENAR, PONOROGO Rikardo, David; Haqi, Dani Nasirul
Health Sciences Journal Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia, termasuk di Desa Plosojenar, Kabupaten Ponorogo, dengan capaian Angka Bebas Jentik (ABJ) 84,6% yang masih jauh di bawah target nasional 95%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) masyarakat dengan persepsi terhadap fogging serta menggali faktor-faktor yang mempengaruhi pencegahan DBD. Penelitian menggunakan rancangan mixed-methods, dengan survei cross-sectional terhadap 98 responden untuk komponen kuantitatif dan wawancara mendalam dengan empat informan kunci untuk komponen kualitatif. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji Chi-square, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara sikap positif dengan praktik nyata pencegahan DBD. Meskipun sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup, praktik PSN (3M Plus) belum dilakukan secara konsisten. Uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,032), sikap (p=0,041), dan praktik (p=0,018) dengan persepsi terhadap fogging. Hasil wawancara mendalam mengungkapkan tiga tema utama, yaitu ketergantungan masyarakat pada fogging, rendahnya kesadaran dan konsistensi perilaku PSN, serta keterbatasan dukungan dari kader dan perangkat desa. Rekomendasi penelitian menekankan perlunya edukasi kesehatan yang berkelanjutan, peningkatan peran kader jumantik, dan penguatan PSN 3M Plus sebagai strategi utama pencegahan DBD untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada fogging.