Ketersediaan pakan merupakan salah satu kendala utama dalam pengembangan peternakan kambing rakyat di wilayah pesisir, yang memicu penurunan populasi ternak secara signifikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas 15 anggota Kelompok Tani Ternak Milenial (KATEME) di Kelurahan Lalampanua, Kabupaten Majene, melalui pemanfaatan limbah perikanan sebagai pakan alternatif berwujud permen ternak. Metode pelaksanaan program mencakup tahapan survei lapangan, wawancara, penyuluhan inovasi pakan, serta praktik langsung pembuatan permen ternak. Pemahaman peserta diukur secara kuantitatif melalui instrumen kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan pada rata-rata skor pengetahuan peserta, dari 49 pada pre-test menjadi 75 pada post-test. Peningkatan paling drastis terlihat pada pemahaman tentang pemanfaatan hasil laut (dari 22 menjadi 80), pengetahuan tentang permen ternak (dari 22 menjadi 67), dan keterampilan teknis cara pembuatannya (dari 11 menjadi 53). Inovasi permen ternak berbasis limbah perikanan ini terbukti efektif sebagai solusi penyediaan pakan tambahan yang bernutrisi dan praktis, sehingga mendukung prinsip keberlanjutan peternakan.
Copyrights © 2026