Penelitian ini mengkaji peran komunikasi dalam Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), dengan fokus pada pergeseran dari model komunikasi pembangunan top-down ke komunikasi partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi, praktik, dan tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Universitas Ibrahimy dalam menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan observasi partisipatoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mempraktikkan model komunikasi hibrida, menggabungkan komunikasi partisipatif dengan strategi persuasif dakwah konvensional. Komunikasi ini dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam seperti ukhuwah dan ta'awun, serta tantangan sosio-kultural dan struktural di lapangan. Kesimpulan penelitian ini adalah komunikasi partisipatif dapat menjadi wujud modern dari dakwah bil hal, meskipun implementasinya memerlukan penguatan penguasaan teori dan praktik komunikasi. Artikel ini merekomendasikan penguatan kurikulum PMI yang lebih fokus pada keterampilan komunikasi praktis.
Copyrights © 2025