AbstrakMata kuliah (disiplin ilmu multidisipliner) Antropologi Sosiologi Seni memiliki kompleksitas tinggi akibat materinya yang abstrak, sehingga menuntut inovasi pedagogis. Penelitian Research and Development (R&D) ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis animasi interaktif. Artikel ini secara spesifik melaporkan temuan dari tahap Analisis (Analysis) dalam model pengembangan ADDIE, yang bertujuan memetakan kebutuhan, persepsi, dan kendala mahasiswa. Metode analisis kebutuhan menggunakan survei terhadap 195 mahasiswa dari Program Studi Desain Komunikasi Visual dan Pendidikan SENDRATASIK di Universitas Negeri Makassar (UNM) yang kemudian dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan tiga temuan krusial, 1) Mahasiswa memandang mata kuliah ini sangat relevan dengan karir (97,9%), 2) Terdapat penyebab kendala pemahaman signifikan yang diidentifikasi sebagai "kurangnya media pembelajaran yang menarik (misalnya, media animasi interaktif)" (45,1%) dan "kesulitan menghubungkan teori dengan praktik" (18,5%), 3) Terdapat kebutuhan mendesak untuk pembelajaran aplikatif, 78% mahasiswa menyatakan "perlu" hingga "sangat perlu" adanya kegiatan praktik/studi lapangan, yang mampu difasilitasi juga melalui Simulasi Etnografi Virtual lewat animasi interaktif. Temuan analisis kebutuhan ini menegaskan urgensi pengembangan perangkat animasi interaktif sebagai solusi untuk mengurangi cognitive load dan menjembatani kesenjangan teori-praktik, yang akan menjadi fokus pada tahap R&D selanjutnya. Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran; Animasi Interaktif; Analisis Kebutuhan; ADDIE; Antropologi Sosiologi Seni.
Copyrights © 2026