Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian
Vol 12 No 1 (2026): April 2026 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian

Melampaui transmisi pesan: rekonstruksi konsep komunikasi rasa melalui blending mikrokosmos–makrokosmos

Qoriah, Desi (Unknown)
Ramdani, Wilman (Unknown)
Nirwana, Ria (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2026

Abstract

Abstract  Dominant communication paradigms in communication studies continue to rely on message transmission models that emphasize the delivery of information from sender to receiver. Such paradigms reveal significant limitations in explaining non-verbal communication, affectivebased communication, and communicative relations between humans and the universe. This study aims to reconstruct the concept of communication by examining blending practices within the Lanthera Bandung community, positioning blending as a communicative process rather than merely a spiritual ritual or subjective experience. This research employs a qualitative approach using communication ethnolinguistic perspective, involving participant observation, in-depth interviews, and documentation of blending practices. Peircean semiotics is applied as the analytical framework to interpret feelings, bodily sensations, and natural phenomena as communicative signs operating within an arena of semiosis. The findings indicate that meaning in blending practices does not emerge through verbal message transmission but through interpretative processes of signs that are pre-linguistic, embodied, and relational between the human microcosm and the natural macrocosm. Blending functions as a communicative space where sensations, the body, and nature resonate to produce collective meaning. This study contributes to communication scholarship by proposing an affective semiotic perspective that extends beyond classical transmission models and offers an alternative conceptual framework for understanding non-verbal and human–nature communication in contemporary communication studies. Keywords: Affective communication; communication ethnolinguistics; peircean semiotics; blending practice; microcosm–macrocosm.   Abstrak  Paradigma komunikasi dominan dalam studi komunikasi masih bertumpu pada model transmisi pesan yang menekankan pengiriman informasi dari pengirim ke penerima. Paradigma ini terbukti memiliki keterbatasan dalam menjelaskan praktik komunikasi nonverbal, komunikasi berbasis rasa, serta relasi komunikatif antara manusia dan alam semesta. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep komunikasi melalui kajian praktik blending pada komunitas Lanthera Bandung dengan memosisikan blending sebagai proses komunikasi, bukan semata ritual spiritual atau pengalaman subjektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif etnolinguistik komunikasi, melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap praktik blending yang dijalankan komunitas. Kerangka analisis menggunakan semiotika Peirce untuk membaca rasa, sensasi tubuh, dan fenomena alam sebagai tanda-tanda komunikasi yang beroperasi dalam arena semiosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna dalam praktik blending tidak lahir melalui transmisi pesan verbal, melainkan melalui proses interpretasi tanda yang bersifat pralinguistik, embodied, dan relasional antara mikrokosmos manusia dan makrokosmos alam. Blending berfungsi sebagai ruang komunikasi di mana rasa, tubuh, dan alam saling beresonansi membentuk pemaknaan kolektif. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan perspektif komunikasi berbasis semiosis rasa yang memperluas batasan teori komunikasi klasik, sekaligus menawarkan kerangka konseptual alternatif untuk memahami komunikasi non-verbal dan komunikasi manusia–alam dalam kajian komunikasi kontemporer. Temuan ini memperkuat urgensi pembaruan paradigma dalam studi komunikasi Kata-kata kunci: Komunikasi rasa; etnolinguistik komunikasi; semiotika peirce; blending; mikrokosmos–makrokosmos.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JK

Publisher

Subject

Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Jurnal komunikasi Universitas Garut diterbitkan bermaksud untuk mengembangkan potensi khususnya bagi dosen ilmu komunikasi Universitas Garut dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang disajikan dalam bentuk tulisan jurnal online. Informasi ini, merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari ...