Sistem kebijakan kesehatan di Indonesia, khususnya melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan BPJS Kesehatan, berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini merupakan literature review deskriptif yang menganalisis enam artikel terindeks Sinta 3-4 tahun 2021-2025, mencakup pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed-method. Hasil penelitian menunjukkan dampak positif yang signifikan, seperti peningkatan kepuasan masyarakat dengan skor mutu 82/100 melalui kebijakan berbasis kinerja, kemudahan akses melalui aplikasi Mobile JKN, serta peningkatan pemanfaatan tempat tidur rumah sakit (BOR) hingga 81,74% setelah implementasi KRIS-JKN. Faktor pendukung meliputi tingkat pengetahuan peserta, sikap petugas, dan ketersediaan fasilitas, dengan mutu layanan berkontribusi sebesar 42,3% terhadap kepuasan berdasarkan analisis regresi. Namun, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, tingginya biaya investasi, sosialisasi yang belum merata, serta kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Secara keseluruhan, kebijakan ini mendukung Universal Health Coverage (UHC), namun memerlukan penguatan sumber daya manusia, anggaran, dan sosialisasi. Rekomendasi meliputi peningkatan pelatihan tenaga kesehatan dan kampanye edukasi untuk mewujudkan layanan yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026