Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam relasi antara kematangan iman dan self-compassion pada mahasiswa psikologi melalui pengalaman hidup mereka. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Partisipan terdiri dari empat mahasiswa psikologi yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis melalui tahapan idiografis IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan iman berperan signifikan dalam membentuk self-compassion melalui lima dinamika utama: (1) iman sebagai sumber makna dan kekuatan eksistensial, (2) dinamika iman dalam pergulatan hidup, (3) transformasi self-criticism menuju self-compassion, (4) relasi interpersonal sebagai mediator pengalaman iman, dan (5) penderitaan sebagai ruang formasi diri. Temuan ini menegaskan bahwa kematangan iman merupakan proses dinamis yang memungkinkan individu mengembangkan penerimaan diri secara lebih utuh dalam menghadapi berbagai pengalaman hidup.
Copyrights © 2026