Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan fungsi keluarga pada pasangan menikah dini dan mengetahui peran keluarga besar di Minangkabau dalam melaksanakan fungsi keluarga pasangan menikah dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 3 pasangan menikah dini dan 3 ibu dari pihak istri sebagai informan kunci. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta mengunakan analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi keluarga pasangan menikah usia dini nagari silantai berhasil menjalankan fungsi cinta kasih, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi sosial budaya, serta fungsi perlindungan berkat peran istri aktif. Namun, Fungsi ekonomi dan agama tidak berjlan optimal dikarenakan penghasilan tidak menentu serta kurangnya pengetahuan keagamaan. Dalam sistem matrilineal, Peran keluarga besar sebagai pendukung utama yang dominan keterlibatannya fungsi ekonomi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, serta fungsi perlindungan melalui pemanfaat sumber daya harta pusaka dan menjadi penengah dalam penyelesaian konflik. Sebaliknya fungsi agama, fungsi sosial budaya, dan fungsi cnta kasih keluarga besar kurang dominan terlibat. Dikarenakan keluarga besar memberikan ruang privasi dan menghormati keputusan pasangan muda dalam mengelolah rumah tangga.
Copyrights © 2026