Air asam tambang (AAT) merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang sering dijumpai pada kegiatan pertambangan, termasuk di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Adanya keberadaan AAT dapat menurunkan kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang constructed wetland sebagai solusi pengolahan AAT secara pasif dengan memanfaatkan tanaman Typha sp. dan mikroalga. Metode yang digunakan meliputi karakterisasi geokimia batuan, analisis hidrologi, dan pengujian pilot project dengan menggunakan 5 kompartemen. Hasil uji menunjukkan sebagian besar batuan pada area low wall tergolong pembentuk asam, sedangkan air creek di sekitar void memiliki pH 2–3,5. Hasil uji pilot project memperlihatkan bahwa penggunaan kapur dan pupuk organik pada media tanam dengan Typha sp dapat meningkatkan pH air menjadi 6,91 dan menurunkan logam terlarut hingga di bawah baku mutu, serta memperbaiki kualitas tanah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lahan basah buatan berpotensi sebagai solusi pasif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk pengelolaan air asam tambang
Copyrights © 2026