Arsitektur kontekstual sebagai pendekatan desain berfokus dalam keselarasan bangunan yang mempertimbangkan aspek lingkungan fisik, sosial, budaya, maupun historis sekitarnya. Dalam konteks Bali, bangunan komersial seperti perbelanjaan modern menghadapi tantangan untuk tetap mencerminkan nilai lokal di tengah tren desain global. Penelitian ini bertujuan membandingkan prinsip harmoni dan kontras yang diterapkan pada desain fasad Icon Bali Mall dan Living World Denpasar untuk menilai kesesuaian kedua fasad dengan arsitektur Bali Majapahit. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi literatur, kemudian dianalisis dengan metode studi komparatif menggunakan analisis visual dan sistem skoring kualitatif berbasis teori harmoni dan kontras.Hasil penelitian menunjukkan fasad Icon Bali Mall mengedepankan prinsip kontras melalui abstraksi bentuk tradisional yang modernis, sedangkan Living World Denpasar menonjolkan prinsip harmoni melalui bentuk tradisional asli yang disederhanakan. Temuan ini memperluas penerapan teori Brolin (1980) pada tipologi mall modern, sekaligus menegaskan bahwa baik harmoni maupun kontras dapat menjadi strategi desain fasad yang kontekstual selama tetap merujuk pada elemen lokal.
Copyrights © 2026