Kampung Heritage Kayutangan merupakan kawasan wisata berbasis sejarah dan budaya yang menonjolkan arsitektur kolonial Belanda, kehidupan sosial, serta kearifan lokal. Koridor Kali Sukun merupakan satu-satunya ruang terbuka publik yang terdapat pada kawasan Kampung Heritage Kayutangan klaster Taloon. Koridor Kali Sukun didukung beberapa isu permasalahan seperti kurang optimal sebagai ruang terbuka publik fungsional, permasalahan banjir, serta kurang merespon kondisi iklim setempat. Oleh karena itu pengembangan koridor Kali Sukun sebagai ruang terbuka menjadi tujuan dalam penulisan ini guna mendukung keberlanjutan lingkungan permukiman dengan rekomendasi pengembangan yang optimal. Penelitian menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur, lalu dianalisis menggunakan pendekatan naratif berdasarkan Teori Urban Ecological Design. Hasil menunjukkan koridor Kali Sukun yang menjadi ruang terbuka publik masih memiliki banyak permasalahan lingkungan, seperti banjir dan kurangnya respon terhadap iklim. Kurangnya infrastruktur hijau dan ketidakseimbangan ekosistem antar habitat belum menciptakan ruang hijau pada permukiman yang dapat menunjang kesehatan lingkungan. Strategi pengembangan koridor yang adaptif terhadap aktivitas sosial, lingkungan, dan mendukung sektor ekonomi masyarakat diberikan untuk menciptakan ruang terbuka berkelanjutan.
Copyrights © 2026