Penelitian ini berawal dari fenomena perubahan nilai kesakralan mata air di Desa Padusan, Pacet, yang disebabkan oleh pertumbuhan sektor pariwisata yang mendorong komodifikasi sumber daya alam. Masalah utama dalam studi ini adalah kemungkinan berkurangnya kualitas dan kuantitas mata air serta timbulnya konflik kepentingan di antara para aktor akibat pergeseran fungsi air dari aspek spiritual menjadi aspek ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali jenis modal sosial yang ada di masyarakat serta menjelaskan model pelestarian mata air yang didasarkan pada pengetahuan lokal di Desa Padusan. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif dengan desain Grounded Research. Data diperoleh melalui etnografi ekologis (jalan transek), wawancara mendalam, Diskusi Kelompok Terfokus (FGD), dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa usaha pelestarian mata air di Desa Padusan didukung oleh modal sosial yang mencakup kepercayaan serta norma kolektif masyarakat yang berpadu dengan etika lingkungan yang diwariskan secara tradisional. Model pelestarian yang dihasilkan mengintegrasikan pengetahuan lokal dengan upaya kolektif untuk memastikan keberlanjutan sumber daya air di tengah tekanan dari industri pariwisata.
Copyrights © 2026