Pemeriksaan ferritin merupakan salah satu parameter penting dalam evaluasi status besi dan kondisi inflamasi, sehingga keakuratan hasil sangat bergantung pada penerapan Internal Quality Control (IQC) yang konsisten. Berdasarkan analisis situasi di RS Muhammadiyah Palembang, masih ditemukan permasalahan berupa kurangnya pemahaman petugas laboratorium mengenai prinsip dasar IQC, termasuk penggunaan bahan kontrol, interpretasi grafik Levey–Jennings, serta penerapan aturan Westgard dalam menentukan kelayakan run pemeriksaan. Selain itu, pelaksanaan IQC belum dilakukan secara konsisten dan masih terdapat ketidaksesuaian dalam pengelolaan reagen, kalibrasi alat, serta dokumentasi mutu sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), Good Laboratory Practice (GLP), dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petugas laboratorium melalui edukasi mengenai pentingnya IQC pada pemeriksaan ferritin berbasis immunoassay. Metode yang digunakan berupa penyuluhan luring, pre-test dan post-test, serta pembagian leaflet edukatif kepada 20 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 78 menjadi 92 setelah penyuluhan. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta. Diharapkan peningkatan kompetensi ini dapat mendukung mutu hasil pemeriksaan ferritin yang lebih akurat, reliabel, dan menunjang pengambilan keputusan klinis secara tepat serta aman bagi pasien.
Copyrights © 2026