Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS) dan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) merupakan pilar utama transformasi digital kesehatan di Indonesia. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan yang belum terintegrasi secara konseptual dalam literatur. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis temuan empiris dan mengidentifikasi kesenjangan penelitian terkait implementasi SIKNAS dan SIKDA dalam satu dekade terakhir. Studi ini menggunakan pendekatan structured literature review dengan sintesis tematik terhadap 20 artikel (2015–2025) dari Google Scholar, Scopus, dan PubMed. Hasil menunjukkan lima isu utama: (1) keterbatasan kapasitas SDM; (2) tingginya fragmentasi sistem (±30 aplikasi per puskesmas); (3) kesenjangan implementasi antar wilayah; (4) pergeseran kebijakan menuju integrasi nasional; dan (5) tantangan kepatuhan dalam implementasi SATUSEHAT. Penelitian ini mengidentifikasi tujuh kesenjangan utama, terutama minimnya studi yang menghubungkan implementasi sistem dengan outcome kesehatan dan efisiensi ekonomi. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan evaluatif berbasis outcome melalui studi kuantitatif nasional, analisis cost-effectiveness, dan kajian keamanan data untuk memastikan transformasi digital memberikan dampak nyata terhadap sistem kesehatan
Copyrights © 2025