Krisis etika global yang ditandai oleh relativisme moral, fragmentasi nilai, dan terkikisnya integritas spiritual telah menimbulkan tantangan serius bagi sistem pendidikan kontemporer, khususnya di kalangan masyarakat Muslim. Penelitian ini mengkaji konstruksi konseptual ketahanan religius dalam pendidikan Islam serta mengeksplorasi tarbiyah jihādiyyah sebagai paradigma pedagogis etis-spiritual yang berlandaskan mujāhadah al-nafs dalam merespons tantangan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan interpretatif kualitatif melalui analisis lapangan dan kajian teoretis, penelitian ini menunjukkan bahwa ketahanan religius dalam pendidikan Islam merupakan kapasitas moral-spiritual yang holistik, berakar pada tawḥīd, integritas moral, dan orientasi transendental, yang secara fundamental berbeda dari kerangka ketahanan psikologis dan sekuler yang dominan. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa tarbiyah jihādiyyah, ketika dirumuskan dalam kerangka yang moderat (wasatiyyah), humanis, dan raḥmatan lil-‘ālamīn, dapat dioperasionalkan secara efektif sebagai model pedagogis transformatif. Model ini mengintegrasikan ketangguhan spiritual, konsistensi etis, dan tanggung jawab sosial tanpa mendorong eksklusivisme maupun radikalisme. Dengan menanamkan nilai-nilai moderasi, martabat kemanusiaan, dan kasih sayang universal, tarbiyah jihādiyyah berkontribusi pada pengembangan peserta didik yang tangguh secara moral dan mampu terlibat secara konstruktif dalam menghadapi disrupsi etika global. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis yang substantif terhadap wacana pendidikan Islam dengan mengembangkan kerangka pedagogis berbasis nilai yang menyelaraskan pembentukan spiritual dengan tuntutan etika kontemporer, sehingga menempatkan pendidikan Islam sebagai respons yang layak dan relevan secara global terhadap krisis etika yang sedang berlangsung.
Copyrights © 2026