Penelitian ini menganalisis tingkat efisiensi kinerja Bank Umum Konvensional di Indonesia periode 2023–2025 menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA). Latar belakangnya adalah dinamika perekonomian nasional yang sedang dalam fase pemulihan pascapandemi, namun dihadapkan dengan tekanan global seperti kenaikan suku bunga, inflasi, volatilitas nilai tukar, serta transformasi digital di sektor keuangan. Kondisi ini memerlukan bank untuk mengelola sumber daya secara optimal untuk tetap kompetitif. Data yang digunakan berasal dari laporan keuangan dan tahunan perbankan yang diperoleh dari publikasi resmi. Pengukuran efisiensi dilakukan dengan pendekatan intermediasi, di mana inputnya meliputi modal, dana pihak ketiga, aktiva tetap, dan biaya operasional, sedangkan outputnya mencakup kredit dan laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi bank cukup tinggi pada tahun 2023 dan 2024, namun menurun pada tahun 2025. Penurunan ini mengindikasikan bahwa meskipun bank mampu menjaga kinerja di tengah pemulihan ekonomi, tekanan makroekonomi dan biaya operasional yang meningkat mempengaruhi kemampuan bank dalam mengoptimalkan input menjadi output. Temuan ini menyoroti pentingnya strategi efisiensi dan manajemen risiko untuk menjaga keberlanjutan kinerja perbankan di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. This study analyzes the efficiency of Conventional Commercial Banks in Indonesia for the period 2023–2025 using the Data Envelopment Analysis (DEA) approach. The background is the national economic dynamics, which are in the recovery phase post-pandemic, but are also facing global pressures such as interest rate hikes, inflation, exchange rate volatility, and digital transformation in the financial sector. These conditions require banks to manage resources optimally to remain competitive. The data used in this study is derived from financial and annual reports of banks obtained from official publications. Efficiency measurement is carried out using the intermediation approach, where the inputs include capital, third-party funds, fixed assets, and operational costs, while the outputs include credit and profit. The results show that the efficiency of banks was relatively high in 2023 and 2024, but declined in 2025. This decline indicates that, although banks were able to maintain performance during the economic recovery, macroeconomic pressures and rising operational costs affected their ability to optimize inputs into outputs. The findings highlight the importance of efficiency strategies and risk management to sustain banking performance amid the continuously evolving economic dynamics.
Copyrights © 2026