Teamwork merupakan fondasi utama dalam meningkatkan efektivitas organisasi pendidikan. Tanpa kerja tim yang solid dan terbangun secara berkelanjutan, visi, misi, serta program strategis madrasah sulit diwujudkan secara optimal. Dalam konteks madrasah, persoalan teamwork menjadi semakin kompleks karena tidak hanya berkaitan dengan aspek manajerial dan struktural, tetapi juga menyentuh dimensi moral dan spiritual yang melekat kuat dalam pendidikan Islam. Oleh karena itu, diperlukan model kepemimpinan yang tidak hanya mampu menggerakkan organisasi secara efektif, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai etik dan religius. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis integrasi kepemimpinan transformatif dan nilai profetik kepala madrasah dalam membangun teamwork secara efektif di MTsN 2 Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru, serta tenaga kependidikan sebagai subjek penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah mengintegrasikan prinsip-prinsip kepemimpinan transformatif dengan nilai-nilai profetik, yaitu sidiq amanah, tablik, dan fatonah dalam praktik kepemimpinannya. Integrasi tersebut berkontribusi signifikan dalam membangun budaya kerja kolaboratif, meningkatkan kepercayaan antaranggota tim, serta memperkuat komitmen kolektif warga madrasah dalam mencapai tujuan bersama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara kepemimpinan transformatif dan nilai profetik merupakan model yang relevan dan efektif untuk pengembangan teamwork di madrasah negeri.
Copyrights © 2026