Perkembangan ekonomi digital Indonesia mendorong adopsi transaksi non-tunai, salah satunya melalui QRIS Merchant yang diluncurkan oleh Bank Indonesia. Inisiatif ini telah banyak digunakan oleh pelaku UMKM karena kemudahan dan keamanannya. Namun, hasil observasi dan wawancara menunjukkan adanya kendala dalam penggunaan aplikasi QR. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan solusi desain aplikasi QR Merchant yang relevan, mudah digunakan, serta mampu meningkatkan kepuasan dan efektivitas pengguna dalam bertransaksi digital dengan gabungan Design Thinking dan User Centered Design. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap pelaku UMKM pengguna aplikasi QR Merchant serta observasi langsung terhadap proses transaksi dan pengelolaan keuangan di lapangan. Pengujian menggunakan platform Maze menghasilkan nilai MAUS sebesar 86,42, dengan rata-rata kesalahan klik sebesar 22,43% dan durasi penyelesaian tugas rata-rata 10,6 detik. Sementara itu, pengujian dengan SUS memperoleh skor 84,69 yang berada pada kategori "Excellent". Analisis menunjukkan bahwa desain antarmuka yang dikembangkan mampu meningkatkan efektivitas dan kepuasan penggunaan, meskipun masih ditemukan kendala teknis pada perangkat dengan rasio layar kecil. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan desain yang berpusat pada pengguna berpotensi memperbaiki pengalaman pengguna dan meningkatkan adopsi pembayaran digital.
Copyrights © 2025