Penelitian ini mengkaji penguatan jiwa entrepreneurship dalam pendidikan kewarganegaraan melalui kreativitas dan penjualan alat musik gamelan di Desa Ngablak, Pati. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, penelitian berfokus pada pengrajin gamelan sebagai unit analisis untuk memahami integrasi nilai-nilai kewirausahaan dengan pelestarian budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pengrajin gamelan telah mengimplementasikan pendekatan kreatif dalam pembuatan dan pemasaran gamelan yang tidak hanya berorientasi ekonomi tetapi juga mempertahankan nilai budaya. Melalui sistem magang, workshop, dan kunjungan industri, mereka berhasil mentransfer pengetahuan tradisional sekaligus menanamkan jiwa kewirausahaan pada generasi muda. Meskipun menghadapi tantangan berupa kesulitan regenerasi, persaingan dengan produk modern, dan keterbatasan modal, terdapat peluang dari tren apresiasi produk lokal, perkembangan teknologi digital, kebijakan pemerintah pendukung ekonomi kreatif, dan kolaborasi dengan institusi pendidikan. Model pembelajaran kontekstual yang menggabungkan entrepreneurship, pendidikan kewarganegaraan, dan pelestarian budaya ini berpotensi menjadi prototipe pengembangan kurikulum yang memperkuat identitas kultural sekaligus membangun kompetensi ekonomi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer.
Copyrights © 2024