Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fenomena urbanisasi yang tidak terencana dengan penyebaran penyakit menular baru di wilayah peri-urban. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan campuran (mixed methods). Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap 200 responden menggunakan purposive sampling, sementara data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi logistik dan analisis tematik melalui perangkat lunak SPSS dan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan (p < 0,05) antara urbanisasi dan peningkatan kasus penyakit. Perubahan tata guna lahan meningkatkan kejadian demam berdarah sebesar 30%, sedangkan keterbatasan akses air bersih meningkatkan risiko leptospirosis sebesar 25%. Distribusi spasial menunjukkan konsentrasi kasus pada area dengan kepadatan hunian tinggi dan sanitasi rendah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa urbanisasi tidak terencana memperburuk transmisi penyakit, namun peningkatan akses kesehatan dan pengelolaan limbah yang baik dapat mereduksi risiko hingga 40%. Temuan ini memberikan kontribusi pada literatur kesehatan masyarakat terkait urgensi penataan ruang di komunitas peri-urban.
Copyrights © 2025